Pelayanan air bersih, akses pembiayaan bagi pelaku usaha, hingga optimalisasi aset daerah merupakan bagian dari upaya yang terus dilakukan untuk mendukung pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
Karena itu, setiap rencana investasi daerah perlu melalui kajian yang matang agar manfaatnya dapat dirasakan secara optimal.
Jumat (12/6/2026), Sekda Anang Armunanto menyimak paparan Laporan Pendahuluan Kajian Kelayakan Investasi Penyertaan Modal Daerah (PMD) di ruang rapat Sekda.
Kegiatan ini dihadiri Plt. Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda, Bapperida, BPPKAD, Bagian Perekonomian dan SDA Setda, jajaran BUMD, serta tim konsultan PT Sukses Bina Sejati.
Kajian tersebut menjadi bagian dari proses penyusunan rencana penyertaan modal daerah kepada sejumlah Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), yakni Perumdam Purwa Tirta Dharma, PT BPR Bank Purwa Artha (Perseroda), dan Perumda Purwa Aksara.
Dalam paparan tersebut, tim konsultan menyampaikan hasil kajian terhadap sejumlah opsi pengembangan pada masing-masing BUMD sesuai bidang usaha yang dijalankan.
Kajian tersebut antara lain mencakup penguatan layanan air minum pada Perumdam Purwa Tirta Dharma, pengembangan pembiayaan produktif bagi pelaku usaha mikro dan kecil pada PT BPR Bank Purwa Artha, serta transformasi usaha pada Perumda Purwa Aksara agar lebih adaptif terhadap perkembangan kebutuhan dan peluang yang ada.
Pembahasan juga mencakup berbagai aspek, mulai dari kebutuhan investasi, potensi pengembangan usaha, manfaat pelayanan publik, hingga kontribusinya terhadap pembangunan daerah.
Seluruhnya menjadi bagian dari proses kajian sebagai bahan pertimbangan dalam penyusunan kebijakan ke depan.
Melalui perencanaan dan kajian yang matang, pemerintah daerah berupaya memastikan setiap investasi yang dilakukan dapat memberikan manfaat yang optimal.
Selain mendukung peningkatan kualitas layanan dan penguatan usaha daerah, langkah tersebut diharapkan semakin memperkuat peran BUMD dalam mendukung pembangunan dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
