Memuat data...
Soroti Hasil TKA Siswa Grobogan, Bupati Setyo Hadi Ajak Tenaga Pendidik Evaluasi dan Berbenah

Soroti Hasil TKA Siswa Grobogan, Bupati Setyo Hadi Ajak Tenaga Pendidik Evaluasi dan Berbenah

Sep 26, 2026258 viewsKegiatan Bupati

Pemerintah Kabupaten Grobogan mendorong seluruh tenaga pendidik di Kabupaten Grobogan  untuk terus berbenah dan meningkatkan mutu pendidikan. Hal ini disampaikan langsung oleh Bupati Grobogan, Bpk  Setyo Hadi, saat membuka secara resmi kegiatan Seminar Nasional PGRI Kabupaten Grobogan Tahun 2026 di Hotel 21 Purwodadi, Sabtu (26/9/2026).


​Mengusung tema “Sukses TKA, Perlindungan Hukum dan Bijak Dalam Bermedia Sosial di Era Digital”, seminar ini digelar secara gabungan (sistem blended—tatap muka dan daring via Zoom) dengan menghadirkan jajaran pengurus PGRI, kepala sekolah, serta guru se-Kabupaten Grobogan.  


​Hadir sebagai narasumber utama dalam kegiatan ini yakni Ketua PGRI Jawa Tengah sekaligus Anggota DPD RI, Dr. H. Muhdi, serta Kepala Dinas Pendidikan Kota Magelang, Nur-Wiyono.  
​Dalam sambutannya, Bupati Setyo Hadi menekankan tiga poin penting yang dinilainya sangat relevan dengan dinamika serta tantangan guru saat ini.  


Bupati secara terbuka menyampaikan bahwa pencapaian Tes Kemampuan Akademik (TKA) peserta didik di Kabupaten Grobogan saat ini masih belum sesuai harapan dan berada pada posisi papan bawah di tingkat Jawa Tengah.  
​“Kita harus berani jujur dan mengakui hal ini. Namun, kita tidak perlu saling menyalahkan. Jadikan hasil TKA ini sebagai alarm untuk berbenah bersama, fokus pada solusi, perbaiki proses pembelajaran, perkuat literasi guru, dan bangun kembali semangat belajar anak-anak kita,” tegas Setyo Hadi.  


Menanggapi tantangan profesi mendidik di zaman sekarang, Bupati memahami rentannya guru dihadapkan pada persoalan hukum maupun sosial ketika menjalankan tugasnya. Mengenai hal tersebut, ia berpesan agar setiap gesekan atau masalah di lingkungan sekolah diselesaikan terlebih dahulu melalui jalur komunikasi dan musyawarah.
Poin terakhir yang digarisbawahi adalah etika bermedia sosial bagi tenaga pendidik. Sebagai sosok yang digugu lan ditiru , guru wajib menjadi teladan, termasuk di dunia digital.


Di era digital ini, jempol kita harus memiliki rem. Jangan membagikan informasi yang tidak benar atau tidak bermanfaat, karena jejak digital sangat sulit dihapus. Bijaklah dalam bermedia sosial,” tambahnya